18
Jun
7:05pm

Northern Downpour.: Sky. Blue. Collapse. →

Keinginan manusia itu seperti………..

Langit.

———

Di detik pertama kamu lahir kedunia, Tuhan sudah memberikan semuanya yang kamu butuhkan. Semuanya. Cacat ataupun normal, Tuhan sudah memberikan tubuhmu sesuai garis takdir yang telah direncanakan-Nya. Sesuai janjimu pada-Nya di akhirat sana.

Semakin lama kamu hidup, seolah semua yang sudah diberikan Tuhan semakin kurang. Semakin banyak keinginanmu. Kadang kamu meminta hal yang baik, yang terang seperti cercah cahaya matahari yang keluar dari balik awan. Kadang kala kamu meminta sesuatu yang buruk, sesuatu yang seharusnya tidak kau minta karena hal itu akan membuat hidupmu terlalu berlebihan.

Dan Tuhanmu berkata “Mintalah kepada-Ku, hanya kepada-Ku lah tempatmu meminta”

Bahkan tanpa bosan, Ia malah menyuruhmu untuk terus meminta. Tapi Ia hanya memintamu untuk bersyukur. Bersyukur. Bersyukur.

Dan ya, bagi sebagian dari kita buat bersyukur itu sulit. Apalagi kita, remaja yang biasanya sih harus paling in. Harus ngikutin mode. Harus panggaulna sakabupaten.

Keinginan kita kayak kangit. Luas, gak terbatas. Mau dikejar kemanapun nggak akan ada habisnya. Kadang keinginan kita ada yang cerah kayak sunlight (bukan, bukan merk sabun cuci piring) kadang juga ada yang gelap dan mendung. Yang bikin susah orang sekitar kita terutama orang tua kita.

Bersyukur itu sulit. Tapi dengan semua yang udah kita punya sekarang, sudahkah kita bersyukur hari ini?

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?” - QS: Ar-Rahman (55:13)

Yes, I blame myself for being so greedy. Astagfirullahaladzim.


7 notes
originally audhinafifah

  1. tumblrana reblogged this from gunaaaa
  2. amourdanslave reblogged this from audhinafifah
  3. astridachidoctaviani reblogged this from gevia
  4. gevia reblogged this from gunaaaa
  5. gunaaaa reblogged this from nonskyy
  6. n-i-t-i reblogged this from nonskyy
  7. nonskyy reblogged this from audhinafifah
  8. audhinafifah posted this